Memaparkan catatan dengan label Cerita Humor. Papar semua catatan
Ngupil dan ML
Anak: “Pak, Kenapa sih making love itu enak banget?”
Bapak: “Wah, itu kayak sensasi waktu kamu ngupil pake jari kamu, Nak.”
Anak: “Trus, kenapa cewek lebih menikmatinya, Pak?”
Bapak: “Karena waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak khan hidung kamu dan bukan jari pada jari kamu.”
Anak: “Terus, kenapa cewek benci banget amit-amit jabang bayi kalo mereka diperkosa?”
Bapak: “Seperti kalo kamu di jalan ketemu orang asing, trus orang asing itu pengen ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… ngeselin khan?”
Anak: “Kenapa cewek nggak bisa/nggak mau gituan waktu mereka lagi datang bulan?”
Bapak: “Kalo hidung kamu berdarah, kamu masih pengen terus ngupil?”
Anak: “Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya. Bener nggak sih, Pak?”
Bapak: “Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, semakin puas nggak kamu?”
Anak: “Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka making love?”
Bapak: “Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan?”
Anak: “Wahhh Bapak pinter banget deh… hehehe.”
Bapak: “Wah, itu kayak sensasi waktu kamu ngupil pake jari kamu, Nak.”
Anak: “Trus, kenapa cewek lebih menikmatinya, Pak?”
Bapak: “Karena waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak khan hidung kamu dan bukan jari pada jari kamu.”
Anak: “Terus, kenapa cewek benci banget amit-amit jabang bayi kalo mereka diperkosa?”
Bapak: “Seperti kalo kamu di jalan ketemu orang asing, trus orang asing itu pengen ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… ngeselin khan?”
Anak: “Kenapa cewek nggak bisa/nggak mau gituan waktu mereka lagi datang bulan?”
Bapak: “Kalo hidung kamu berdarah, kamu masih pengen terus ngupil?”
Anak: “Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya. Bener nggak sih, Pak?”
Bapak: “Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, semakin puas nggak kamu?”
Anak: “Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka making love?”
Bapak: “Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan?”
Anak: “Wahhh Bapak pinter banget deh… hehehe.”
Kata-kata yang membawa keberuntungan
Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang.
Hari pertama, dia nelepon temannya.
Ita: "Rin, gue udah tau semuanya !"
Rina: "Hah..???" (Suara terdengar lemas) "Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."
Ita: "Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."
Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."
Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.
Ita: "Wer, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wer." Dower langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita.
Dower: "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"
Ita: "Beres!"
Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja.
Ita: "Pah..." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek.
Ita: "Pah, Ita mau ngomong."
Papanya Ita: "Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."
Ita: "Ita udah tau semuanya Pah..." Mendadak Papanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang.
Papanya Ita: "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi, jangan pernah bilang Mama soal si Astrid yaa..." Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Astrid.
Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun keluar, lalu Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Astrid, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.
Ita: "Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya.
Ita: "Saya sudah tau semuanya." Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung.
Pak Udi: "Ita.... Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak!"
Hari pertama, dia nelepon temannya.
Ita: "Rin, gue udah tau semuanya !"
Rina: "Hah..???" (Suara terdengar lemas) "Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."
Ita: "Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."
Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."
Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.
Ita: "Wer, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wer." Dower langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita.
Dower: "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"
Ita: "Beres!"
Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja.
Ita: "Pah..." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek.
Ita: "Pah, Ita mau ngomong."
Papanya Ita: "Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."
Ita: "Ita udah tau semuanya Pah..." Mendadak Papanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang.
Papanya Ita: "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi, jangan pernah bilang Mama soal si Astrid yaa..." Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Astrid.
Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun keluar, lalu Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Astrid, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.
Ita: "Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya.
Ita: "Saya sudah tau semuanya." Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung.
Pak Udi: "Ita.... Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak!"
Murid Bandel dengan Guru Cantik
Cerita tentang Murid Bandel dengan Guru Cantik merupakan tulisan saya di Cerita Dewasa kali ini. Menurut saya cerita ini cukup menarik dan semoga kita semua dapat terhibur. Inilah ceritanya :
Disebuah SD, seorang Ibu Guru mengajukan pertanyaan pada muridnya yang paling bandel.
Bu Guru Cantik : Hei Andy tolong jawab pertanyaan ibu yaach…,
Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?
Andy : Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang
Bu Guru : Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng kok cara kamu berpikir…..
Di saat yang lain Bono balik bertanya pada Bu Guru.
Bono : Bu Guru yang cantik tolong jawab pertanyaan saya… Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut, yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah menikah ??????????
Bu Guru Cantik : Haahh… pasti yang makannya dengan mengulum langsung yaa
Bono : Salah….. harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi saya senang lihat cara berpikir Bu Guru
Itulah cerita tentang Murid Bandel dengan Guru Cantik yang bisa saya tuliskan kali ini, semoga dapat menghibur, jika senang di like ya skalian di share dong :)
Bu Guru Cantik : Hei Andy tolong jawab pertanyaan ibu yaach…,
Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?
Andy : Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang
Bu Guru : Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng kok cara kamu berpikir…..
Di saat yang lain Bono balik bertanya pada Bu Guru.
Bono : Bu Guru yang cantik tolong jawab pertanyaan saya… Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut, yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah menikah ??????????
Bu Guru Cantik : Haahh… pasti yang makannya dengan mengulum langsung yaa
Bono : Salah….. harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi saya senang lihat cara berpikir Bu Guru
Itulah cerita tentang Murid Bandel dengan Guru Cantik yang bisa saya tuliskan kali ini, semoga dapat menghibur, jika senang di like ya skalian di share dong :)
Langgan:
Catatan (Atom)


